Laman

Tampilkan postingan dengan label aoa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aoa. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Desember 2014

fake married [chapter 1] (ff)


Autor: Yunye 
Rating: PG-17
Genre: romance, AU,  comedy
Length: chapter

Main cast:
-        Lee Jungshin (CNBLUE)
-        Kwon Mina (AOA)
-        Choi Jonghoon (FTISLAND)
-        Kim Seolhyun (AOA)
Other Cast:
-        Kwon Kwangjin (N.FLYING)
-        Lee Jonghyun (CNBLUE)
-        Jung Yonghwa (CNBLUE)
-        Lee Jaejin (FTISLAND)
-        Shin Hyejeong (AOA)
-        Seo Yuna (AOA)
-        Park Choa (AOA)
-        Kang Minhyuk (CNBLUE)

       Disclaimer:  sebenernya terinspirasi sama pasangan koplak di tempation drama /? siapa lagi kalo bukan Na Hong-gyu sama Yoo Sejin '-'. dan beberapa drama yang nggak bisa di sebutkan sangki banyaknya inspirasinya '-'/ sisanya si hanya khyalan-khayalan saya aja si huahaha Xp

Note: ciee udah chapter 1 ni ahaha maap ceritanya rada gaje /? dan maap lama di post karena autournya sibuk selamat baca '3'~

Mina’s pov
            Sial, karena Kwangjin oppa terlamat menjemputku aku harus bertemu dengan pria aneh dan menyebakan! Awas kau oppa tidak akan aku ampuni sampai nanti!. Aku pun berjalan keluar dari terminal sembari menyeret koperku yang besar dan membawa kantung belanjaanku. Aku pun langsung berusaha mencari taksi untuk pulang kerumah dengan cepat karena Kwangjin oppa tidak akan menjemputku nampaknya. Nyaris dua jam aku menunggunya dan terus menelfonya namun aku tidak mendapat jawaban sama sekali
Selama perjalanan dari bandara menuju rumah, aku pun terus membayangkan wajah eommaku dan appaku. aku begitu merindukan mereka terutama eomma, namun aku merasa lebih nyaman tinggal di Jepang dengan harabeoji dan halemoni di tambah lagi dengan suasan Osaka, Jepang yang begitu damai.
dan ponselku berdering sebuah pesan kakotalk masuk ke ponselku
Dari: Choi Jonghoon
Kau sudah pulang dari Jepang, Mina? Apa aku harus menjemputmu di bandara sekarang?
Aku menghela nafas panjang. astaga kenapa Jonghoon sunbae sama menyebalkan dengan Kwangjin oppa? kenapa dia tidak mengkakoktalkku dua jam yang lalu? Ha -_-
Untuk: Choi Jonghoon
Terlambat kau menanyakan posisiku saat ini ada di bandara atau tidak aku sudah didalam taksi dan dalam perjalanam pulang menuju rumah -_- seharusnya kau menanyakan ini dua jam yang lalu agar aku tidak naik taksi -_-
Kusentu tombol send pesan dan aku pun meletakan ponselku dia atas kedua pahaku. Ah, kenapa semua orang menyebalkan? Tadi Kwangjin oppa, lalu pria gangster aneh itu dan sekarang Jonghoon sunbae -_- yatuhan aku harap aku cepat sampai kerumah dan aku cepat mengadukan hal-hal menyebalkan ini dengan eomma dan appa.
Dari: Choi Jonghoon
Mian, aku lupa kau sampai jam berapa dari jepang hari ini. Mukin aku terlalu sibuk dengan kegiatanku di kampus. Mianhae Minaring. Aku harapa kau tidak sedang cemberut berteriak kesal atau meninju seseorang lalu menangis karena aku tidak menjemputmu.
Sebagai perintaan maafku, aku akan datang kerumahmu arraso? Kau ingin aku bawakan apa sebagai tanda penyambutanmu? Permen kapas? Pizza? Apa pun akan aku belikan
Untuk: Choi Jonghoon
Sudahlah, sunbae tidak usah sebegitunya denganku. Aku sudah biasa seperti ini bahkan oppaku sendiri nampaknya lupa aku hari ini pulang dari Jepang.  Aish -_-  aku tidak akan melakukan hal-hal yang kau sebutkan tadi -__- memangnya seseram itu kah aku sedang marah?
Aku? Aku hanya mau permen kapas si sebenarnya itu satu-satunya moodboster untukku :3 bawakan aku permen kapas yang banyak ya :p kalau tidak aku tidak akan memaafkanmu sunbaenim :P
Oh iya, sunbae apa Hyejeong menghubungimu? Kenapa hanya dia saja yang nampaknya tidak perduli aku pulang -_-
Aku pun terus memandangi pemandangan yang berada di luar kaca taksi ini. Nampaknya salju masih belum menghilang sepenuhnya dari kota bahkan jalanan pun masih terselimuti oleh salju. Rasanya, aku lebih suka melewati musim dingin di di jepang daripada aku harus kembali ke korea
Jepang begitu mengasikan untukku. Tapi, aku merasa sangat jangal dengan appa biasanya ia tidak pernah menyuruku pulang secepat ini bahakan saat aku masih kecil pun apa tidak pernah memaksakan aku untuk pulang cepat dari jepang? Ada apa ya? Aku merasa ini aneh.
--
Jungshin’s pov
            Akhirnya gadis aneh itu sudah pergi. Aku pun menghela nafas panjang karena aku sangat lega tidak ada yang memperhatikanku kembali. Ku kembali memasang earphoneku yang terlepas dari telingaku tadi.
            “kau disini rupanya?!” seru seseorang dan membuatku merasa terganggu kembali oh kumohon cukup sudah jangan ada orang-orang aneh yang mengangguku lagi -_-
            Aku pun melirik kearah samping kananku terlihat seorang pria berkullit putih bersih berambut cokelat tua, tingginya mukin masih kurang dariku dan sangat tampan berjalan kearahku. Dan disamping pria berkulit putih itu berjalan sesosok pria yang lebih pendek darinya berkulit sedikit kecokelatan rambut hitamnya terlihat berantakan lalu mereka menghampiriku
            “Apa kabarmu, adikku tersayang” sapa pria berkulit putih itu denganku “Nyaris dua tahun kita tidak bertemu ya?”
            “Baik, Hyungku tercinta.” jawabku sinis “Bagaimana rasanya selama ini kau hidup tampaku? Menyenangkan bukan?”
            Lalu pria itu memelukku erat dan membuatku nyaris tidak bernafas sial tenaga pria ini sangat kuat seperti ingin meremukan semua tulang-tulangku.
            “Jangan membuatku akan memukulmu di depan umum, Lee Jungshin” bisik pria itu tepat di telingaku “Ayolah, disini ada temanmu kau mau aku mempermalukanmu di depan teman lamamu, Lee Jungshin?”
            “Wah, pasangan adik dan kakak yang sangat harmonis” ujar pria pendek yang bersama hyungku ini “Aku sangat iri dengan kalian berdua, ternyata Jonghyun hyung sangat menyanyangi adiknya wow.”
            Lalu Jonghyun hyung melepaskan pelukkannya dariku. Dan ia pun tersenyum seperti biasa ia terlalu hebat memarekan senyum palsunya.
            “Kau bisa saja, Jaejin-ah” ujar jonghyun hyung “Bukankah itu wajar seorang kakak yang sudah lama tidak bertemu dengan adiknya begitu lama hmm?”
            “Iya juga si hyung” jawab Jaejin “Hey, Jungshin-ah apa kabarmu?” Jaejin pun mengalihkan pembicaranya dengan jonghyun hyung “Aku sangat merindukanmu, sobat lama”
            Aku tersenyum memaksa “Aku pun juga merindukanmu, Jaejin-ah! Bagaimana kabarmu? Apa kau sudah punya teman kencan?”
            “Aku sangat baik” lalu Jaejin memelukku hangat “Teman kencan? Aku tidak sedang memilik teman kencan kau tahu itu?”
            “Bagaimana kabar Seolhyun?” tanyaku spontan “Aku sangat merindukan dia.”
            “Hmm...” lalu Jaejin melepaskan pelukannya “Baik. Sekarang dia tumbuh jadi seorang gadis yang cantik dan populer di kampusku. Oh iya btw, aku satu kampus denganya tapi kami berbeda jurusan. Apa kau ingin menitipkan sebuah salam untuknya? dengan senang hati aku akan menyampaikannya”
            Aku pun mulai salah tingkah. Nampaknya Jaejin sangat lihai membaca pikiranku. Ya aku sangat merinduknya dan aku ingin mengatakan hal yang tertunda selama dua tahun ini karena appaku yang menyebalkan itu.
            “Lain kali saja” elakku “Oh iya, hyung bukan kah appa sangat ini bertemu denganku? Sebaiknya kita semua cepat pulang.”
--
Mina’s pov
            Aku pun tiba di rumah. Terlihat susana rumah begitu sepi. Kemana semua orang? Apa appa sudah berkerja di kantor hari ini? Lalu kemana eomma dan Kwangjin oppa? apa mereka pergi? Kenapa rumah begitu sepi? Tapi, kalau semua orang pergi kenapa pintu gerbang tidak di kunci? Lalu kenapa mobil appa dan motor Kwangjin oppa terparkir rapi di halaman rumah? Oh tunggu aku sepertinya melihat mobil sedan Jonghoon sunbae juga sejak kapan dia memarkirkan mobilnya di rumahku? Tadi dia bilang dia sedang sibuk di kampus karena ada acara persiapan untuk pentas kesenian di kampus -_- aneh
            Aku pun dengan susah payah menuruhkan semua barang-barang yang berada di bagasi sendirian lalu aku pun menurunkan barang-barang dari bagasi taksi. Setelah itu aku pun merogoh tas selempang kecil dan mengambil dompetku lalu membayar ongkos taksi. Aku pun berjalan memasuki halaman rumah sembari menyeret tas koperku. Dan saat aku ingin membuka pintu rumah seseorang menutup mataku
            “LEPASKAN AKU” teriakku histeris “KAU MAU APA KENAPA KAU-“
            “SUPRIESSS!” teriak semua orang dan seketika seseorang yang menutup kedua mataku pun melepaskan tutupan mata itu. dan betapa kagetnya aku suasana ruang tamu di sulap seperti tempat pesta kecil dan di tembok ruang tamu pun tertulis tulisan ‘selamat datang Kwon Mina’
            “Kalian..” ujarku lemas
            “Mianhae, Mina” bisik seseorang tepat di telingaku dan aku pun mendongak kearah belakang terlihat sosok Jonghoon sunbae sudah berdiri di belakangku sembari memeluk pinggangku erat. Ia pun tersenyum seperti biasanya denganku
            “Sunbaenim!” dengan spontan aku membalikan tubuhku meluknya “Bogoshipo, Jonghoon sunbaenim”
            “Nado, Mina-ya” jawab Jonghoon sunbae sembari mengelus rambutku.
            “Ehm..” terdengar suara seseorang  sedang batuk dan aku pun langsung lepaskan pelukanku dengan Jonghoon sunbae. Terlihat sahabat-sahabatku sedang menghampiri kami berdua.
            “Awas nanti Kwangjin oppa marah loh, sunbae” ledek gadis bertubuh jangkung dengan rambut cokelat muda panjangnya yang tergerai bebas
            “Aku harap, Kwangjin tidak melihatku” elak Jonghoon sunbae “kau pasti iri dengan Mina ya, Hyejeong-ah?”
            Hyejeong mengerutkan keningnya “Aku? Cemburu? Cih, tidak buat apa aku cemburu?.”
            “Kemana Jaejin?” tanya si gadis berambut blonde pendek yang tak lain adalah Choa unnie, seniorku dia sangat ramah dan menyenangkan dia seniorku sejak aku SMA hingga saat ini.
            “Dia bilang dia hari ini pergi ke bandara ingin menemui teman lamanya” jawab Hyejeong “Memangnya kenapa unnie?”
            “Tidak” Choa unnie mengeleng cepat “Oh ayolah kita masuk, aku dan bibi Jung sudah menyiapkan makan malam kita semua.”
            Lalu gadis berambut cokelat kepirangan mendekat kearahku “Mina, apa kau membawakan pesanku?”
            Aku pun tersenyum mengejek “Kau harus membayar dua juta won untuk camilanmu Yuna unnie”
            “Yak, Mina-ya” Yuna unnie mengerutkan keningnya “Aku ingin memberi sedikit hadiah peperon, cokelat, dan permen dari Jepang untuk Minhyukkie kenapa aku harus membayar dua juta won untuk ini?”
            “Kau ini” gerutuku
            Dan Yuna unnie memelukku erat “Aku hanya ingin membuat namjachiguku senang Mina. Ayolah ku mohon bantu aku”
            “Ya.ya.ya” jawabku cepat “Dan aku tidak memiliki seorang teman kencan pun”
            “Lalu pria disampingmu itu?” Yuna unnie pun melirik kearah Jonghoon sunbae. Aku pun menerjap kan kedua mataku.
            “Dia...”
            “Kami hanya berteman baik” jawab Jonghoon sunbaenim
--
Jungshin’s pov
            Selama perjalan di dalam sebuah mobil limosin mewah ini aku hanya terdiam dan tidak mau berbicara sama sekali dengan Jonghyun hyung atau Jaejin. Entahlah, selera humorku bersama Jaejin yang biasanya kami lakukan seketika hilang sejak aku duduk berhadapan dengan Jonghyun hyung
            “Kau haus?” tanya Jonghyun hyung memecahkan keheningan dia antara kami bertiga
            “Tidak” jawabku sinis
            “Baiklah, kalau kau tidak haus” lalu Jonghyun hyung mengambil vokda, dari laci mini bar di mobil ini dan menuangkanya di dalam gelas kecil “Jaejin-ah apa kau ingin minum?”
            “Ah, tidak” tolak Jaejin “Aku tidak suka minum alkohol di siang hari, hyung. Aku harus mengurangi alkohol sekarang atau tidak nenek sihir akan mengutukku.”
            Dan mobil ini pun berhenti di sebuah rumah yang mirip seperti istana. Ya mukin beberapa orang akan terpanah melihat rumah ini sangat mewah namun, kemewahan ini hanya tipu muslihat untuk menggambarkan bawah keluarga kami adalah keluarga yang bahagia.
            “Sudah sampai” ujar Jonghyun hyung dingin “Ayo turun!” lalu Jonghyun hyung pun turun dan membanting pintu mobil ini seketika Jaejin pun terlihat kaget
            “Tumben sekali Jonghyun hyung bersikap sedikit dingin” gumamnya
            “Mukin dia banyak urusan di kantor” belaku. Mukin dia muak melihat aku sudah kembali dan aku pun akan kembali merebut kasih sayang eomma untuknya.
            Aku pun menyeret tas koperku dan menenteng sedikit oleh-oleh yang aku bawa dari Jepang, aku merasa ada sedikit aneh dengan tas yang aku tenteng ini kenapa isinya sedikit lebih berat ya?
            Dan puluhan pelayan pun menghampiriku dan memberi penghormatan untukku, ini sangat menyebalakan untukku aku bukan anak seorang raja aku hanya anak dari seorang pengusaha.
            “Jungshin-ya” panggil seorang wanita tua, ia pun melemparkan senyuman hangat untukku. Aku pun langsung berlari kearah wanita tua itu dan memeluknya erat
            “Eomma, bogoshipo” ujarku sembari memeluk wanita tua ini
            “Nado, anakku” ujar eomma
            “Kau sudah datang?” tanya seseorang dingin dan menhancurkan susana hangat ini “Aku pikir kau akan kembali melanggar perintahku”
            Aku pun melepaskan pelukanku dengan eomma dan menatap seorang pria tua dengan tatapan tajam “Aku tidak akan melanggar perintahmu lagi... appaku sayang”
            “Itu baru putraku” sahut appa sembari tersenyum puas
            “Annyeong Lee ahjusshi!” seru seseorang tiba-tiba, dan itu tak lain adalah Jaejin sahabatku. Lalu ia membukuk hormat dengan appaku
            “Oh, Lee Jaejin” sahut appa “Apa kabarmu nak?”
            “Senang bertemu dengan, ahjusshi” jawab Jaejin sumringah “Aku? Aku sangat baik ahjusshi sudah lama juga aku tidak berkunjung kesini. Bagaimana kabar ahjusshi?”
            “Aku sangat baik” jawab appa “Ditambah lagi putraku yang sangat aku rindukan hari pulang dari Jepang”
            Aku hanya tersenyum memaksa. Cih? Ia merindukan diriku? Bukankah dia hanya menganggap Jonghyun hyung sebagai anaknya dan aku tidak? Pintar sekali dia bersandiwara.
            “Jungshin-ya” panggil eomma “Apa kau lapar nak?”
            Aku pun tersenyum sembari meluk eomma “Eomma-ya, aku sangat lapar dan aku sangat ingin makan bulgogi buatanmu aku sangat rindu bulgogi buatan eomma yang sangat enak di dunia ini”
            “Ah, kau ini” eomma pun berjinjit dan mengacak-ngacak rambut hitamku “Kau selalu pintar membuat eommamu ini melayang”
--
Mina’s pov
            Makan malam hari ini begitu menyenangkan, ditambah keempat sahabatku berkumpul dan juga keluargaku junga berkumpul hari ini. Belum pernah aku merasa sesenang ini
            “Hey Mina, cepat habiskan makananmu” perintah pria yang duduk di sampingku yang tak lain adalah oppaku Kwangjin
            “Oh, ne oppa” jawabku cepat. Lalu aku membali menyuap sesendok bibimbab ke mulutku dan ku kunyah dengan sangat pelan-pelan
            “Kau bawah oleh-oleh apa dari Jepang?” tanya Hyejeong tiba-tiba dan aku pun teringat dengan beberapa belanjaan oleh-oleh dari Jepang yang sengaja aku siapkan jauh-jauh hari
            Dan aku pun mengambil kantung belajaan yang aku bawa dari jepang dan menaruhnya di atas kursi makanku
            “Oke aku punya sedikit oleh-oleh dan..” aku pun mulai membuka kantung itu dan aku ingin berteriak sekencang-kecangnya sekarang. Sial kantung belanjaanku tertukar nampanya sejak kapan aku membeli sebuah gaun wanita dan sepatu wanita? Seingatku kantung belanjaanku berisi makan, dompet untuk eomma dan.. oh sial buku diaryku.. buku diaryku ada di dalam kantung itu.
            “Mina?” panggil eomma was-was
            “Ne?”
            “Apa ada yang salah?” tanya Jonghoon sunbae nampak panik melihat ekpresiku yang sangat tidak menggambarkan aku baik-baik saja
            “Sepertinya aku salah membawa kantung belanjaan” ujarku pelan
            “Kau selalu saja seperti itu!” erang Kwangjin oppa “Apa kau ingat kapan terakhir kali meletakannya?”
            Aku mengeleng kuat
            Dan sebuah jitakan mendarat di kepalaku “Pabo! Kau selalu saja lupa dengan barang-barangmu sendiri,Mina.”
            Aku pun mengigit bibir bawahku “Mianhae oppa, mianhae semuanya... barang-barangku tertukar di pesawat”
--
Jungshin’s pov
            Makan malam di rumah ini sama sekali tidak pernah berubah. Dingin, kaku dan tidak bersahabat sama seperti dua tahun yang lalu. Bahkan suasana makan malam ini dengan kehadiran sahabat masa kecilku jaejin tak membuahkan perubahan
            “Appa” ujar Jonghyun hyung
            “Waeyeo?”
            “Appa, bisakah setelah makan malam appa membantuku untuk memenyelesaikan audit biaya perusahaan bulan ini?”
            Appaku pun tersenyum “Tentu hyun-ah.”
            Aku pun hanya melirik kearah Jonghyun hyung yang duduk di sampingku. Hebat.. benar-benar dia selalu berhasil menarik perhatian appa dengan mudah. Hahaha... memangnya aku?  Aku hanya anak penganggu dan membuat repot dia saja
            “Lee Jungshin” panggil appa tiba-tiba
            “Ne appa?”
            “Besok kau harus mendaftar ke universitas ya” ujar appa “Dengan Jonghyun.”
            “Besok?!” oh ya tuhan, kenapa harus besok? Aku ingin bertemu dengan Seolhyun besok kenapa... err appa memang selalu saja merusak kesenanganku
            “Karena besok hyungmu sedang tidak ada perkerjaan di kantor” jawab appa
            Cih! Selalu saja seperti ini appa selalu saja merusak kesenanganku padahal aku sudah berjanji dengan Seolhyun akan bertemu di cafe tapi kenapa aku harus besok aku di suru mendaftarakan kepindahanku ke universitas ini menyebalkan!
            Selsai makan malam aku pun langusung pergi kedalam kamarku dan jaejin sepertinya malam ini akan menginap sejenak. kamarku sangat luas mukin aku rasa kamar ini di huni denganku sendirian akan terasa boros namun, ya sejak kecil aku selalu berada di sini. Ranjang ukuran king size yang megah lemari bajuku yang sangat besar mukin semua orang akan menginginkannya tapi tidak untukku aku muak dengan semua ini. Ini hanya kesenangan semua yang menutupi sebuah
            “Hey Shin, jadi besok bagaimana?” tanya Jaejin ketika kami berdua ingin berangkat tidur
            “Tidak tahu” jawabku acuh “Selalu saja dia merusak segala rencanaku!”
            “Sudahlah” ujar jaejin “Kau harus lebih sabar dengan appamu”
            Lalu sejenak suasana hening. Aku pun bangkit dari ranjangku dan menuju meja belajarku. Diatas meja belajarku tergeletak katung belanjaan yang aku bawa dari Jepang dan ponselku
            “Menurutku besok aku harus bagaimana?” tanyaku dengan Jaejin “Apa aku harus membatalkan acara makan siangku dengan Seolhyun?”
            “Kau masih ingin menemui Seolhyun?” tanya Jaejin sembari ia ikut bangkit dari ranjang dan menghampiriku
            “Kau tahu aku sangat merindukan gadis itu bukan?” aku pun membuka kantung belanjaan yang aku bawa “Aku ingin meminta maaf denganya, meninggalkan dia tiba-tiba”
            “Dan kau ingin melanggar perintah appamu lagi?” jaejin menatapku was-was “Aku tak mau kau-“
            Aku pun sedikit terkejut saat aku membuka isi kantung belanjaanku dari jepang tunggu... sejak kapan aku membeli makanan? Aku tidak sama sekali membeli makan-makan aneh ini. Pocky, masmellow, cokelat, permen sejak kapan aku membelinya? Seperti anak kecil saja. Dan tunggu ada sebuah buku dalam kantung ini? Aku tidak pernah membeli buku harian sebelumnya dan Seolhyun tidak suka menulis buku harian tapi kenapa...
            “Sial!” potongku
            “Kau baik-baik saja, Shin?”
            “Mukin” jawabku “Tapi tidak dengan barang-barangku!”
            “Mwo?”
            “Ah, bodoh kenapa bisa tertukar seperti ini si bodoh” umpatku kesal
            Lalu Jaejin menghampiriku “Apa yang tertukar?”
            “Kau tahu?” ujarku “Aku sudah menyiapkan segala hadia untuk Seolhyun namun, apa yang aku dapat?”
            Aku pun mengeluarkan isi kantung belanjaan sialan ini. Dan Jaejin hanya memasang ekspresi terkejut bercampur tidak percaya
            “Sejak kapan kau-“
            “Sungguh aku masih seorang pria normal” ujarku cepat “Aku tidak suka menulis buku harian apa lagi buku harian seperti anak-anak begini”
            “Lalu kenapa semuanya ada di kantung belanjaanmu?”
            “Aku tak tahu” aku mengankat bahuku

--

Selasa, 28 Oktober 2014

Fake Married? [Prolog] (ff)


Autor: Yunye 
Rating: PG-17
Genre: romance, AU,  comedy
Length: chapter

Main cast:
-        Lee Jungshin (CNBLUE)
-        Kwon Mina (AOA)
-        Choi Jonghoon (FTISLAND)
-        Kim Seolhyun (AOA)
Other Cast:
-        Kwon Kwangjin (N.FLYING)
-        Lee Jonghyun (CNBLUE)
-        Jung Yonghwa (CNBLUE)
-        Lee Jaejin (FTISLAND)
-        Shin Hyejeong (AOA)
-        Seo Yuna (AOA)
-        Park Choa (AOA)

-        Kang Minhyuk (CNBLUE)

       Disclaimer:  sebenernya terinspirasi sama pasangan koplak di tempation drama /? siapa lagi kalo bukan Na Hong-gyu sama Yoo Sejin '-'. dan beberapa drama yang nggak bisa di sebutkan sangki banyaknya inspirasinya '-'/ sisanya si hanya khyalan-khayalan saya aja si huahaha Xp

Note: akhirnya yunye balik lagi /? ciee /?  habis ada some email bilang kapan aku nulis ff lagi? ini buat pembaca blog setiaku yang suka hiburan taraa /?  huahaha :3 tenang kok sekarang ffnya nggak akan bikin kalian mewek-mewek kaya baca can't forget the first /? ff kali ini sedikit santai '-' gimana ceritanya silakan kalian simak oke :3

Mina pun sampai di bandara Incheon, perjalan liburannya dari Jepang selama sebulan sudah berakhir. Setelah menghabiskan waktu bersama harabeoji dan halemoninya di Jepang. Mina pun sempat marah dengan appanya karena dia sama sekali tidak mau pulang dari Jepang sebenarnya.
Suasana terminal kedatangan internasional begitu pada merayap hari ini, di tambah lagi, susana dalam rangka libur natal dan tahun baru masih begitu terlihat. Sembari tubuh munggilnya terbalut sweeter tebal bermotif Hello Kitty yang di padukan dengan celana jeans berwarna biru gelap juga sepatu boots berwarna merah dan ia pun asik memainkan ponselnya sembari tangan kananya menyeret koper besar yang ia bawa sendirian dan tangan kirinya sibuk memaikan poselnya di kanan kirinya pun tergantung sebuah kantung belanjaan yang ia bawa dari jepang untuk oppa, appa dan eommanya di rumah junga beberpa teman dekat Mina.
“Aish! Kwangjin oppa eodiya?!” gerutunya sembari memandangin ponselnya “Ayolah, angakat telfonku!”
Dari sisi yang berbeda, Jungshin pun tiba di bandara dengan santai dan nampak ogah-ogahan. Setelah sekian lama ia pergi diasingkan oleh appanya sendiri kini appanya pun memohon padanya untuk kembali ke korea dari tempat pengasingnya di Jepang bersama pamannya .
Lalu Jungshin pun terduduk di sebuah kursi sembari asik memasang sebuah earphone di kedua telingnya. Ia pun nampa asik sendiri dengan dunianya. Sejujurnya, ia sangat merindukan bermain band bersama teman-teman masa kecilnya Jung Yonghwa, Kang Minhyuk dan kakak laki-lakinya Lee Jonghyun yang begitu appanya banggakan dan cintai bahkan appanya lebih mencintai Jonghyun ketimbang dirinya segala hal yang appanya berikan sangat  untuk Jonghyun berbanding jauh dengan apa yang ia dapatkan dari appanya.
Bahkan, karena ia menolak menuruti perintah appanya yang menyuruhnya berhenti bermain band ia pun mendapat hukuman diasingkan setelah lulus SMA. Ini sungguh tak adil untuk Jungshin. Terkadang jungshin sering menaruh iri dengan hyung-nya itu bahkan terkadang ia menaru dendam dan sedikit benci dengan hyung-nya itu, namun eommanya sering mengatakan biar bagaimana pun Jonghyun adalah kakak laki-lakinya ia tidak boleh membenci Jonghyun.
Mina pun nampak kesal menunggu jemputan dari oppa-nya sesekali ia mengerang mendesah kuat bahakan ia mengacak-ngacak rambutnya kesal karena sudah puluhan kali ia menelfon oppanya itu namun tidak ada satu pun panggilan yang di jawabnya
“Aish, Jin oppa begitu menyebalkan! Awas lihat saja nanti akan aku adukan dengan appa setelah pulang nanti” desisi Mina “Kenapa ratusan Kakoktalk, sms dan telfonku tidak sama sekali kau jawab oppa! kebiasaanmu kenapa tidak  pernah hilang”
Lalu pun Mina duduk disamping seorang pria berambut hitam berantakan, tubuh pria itu tinggi layaknya seorang foto model, bahkan lebih tinggi dari oppanya. Kulit pria ini terlihat agak kecoklatan dan tubuhnya hanya di balut dengan jaket berwarna putih dan dipaduhkan dengan celana jeans berwarna abu-abu juga sepatu kanvas berwarna senada dengan celana jeans pria itu. pria itu tidak menyadari keberadaan Mina. Ia begitu asik dengan ponselnya.
Mina pun menghela nafas panjang sembari melirik kearah pria yang ada disampingnya sedikit, pria ini nampak seperti bradalan atau jangan-jangan dia seorang gangester? Ia nampak misterius dan berantakan. Bahkan, Mina pun tidak bisa melihat wajahnya karena wajah pria ini di tutupi masker dan sebuah kacamata hitam yang bermerek dan kelihatan sangat mahal.
Jungshin pun merasa seperti sedang di perhatikan dengan seseorangh di sampingnya, ia sedikit merasa risih melihat seorang gadis mungil berambut cokelat muda dan tergerai panjang.
“Ada apa nona?” tanya jungshin kesal karena ulah gadis ini “Kenapa kau memperhatikanku dari tadi?”
Lalu gadis ini nampak salah tingkah dan buru-buru memainkan poselnya “Maaf “
“Jangan mengangguku!” perintah Jungshin “Urus saja urusanmu sendiri dasar gadis aneh!”
Dan Jungshin pun kembali asik memainkan ponselnya kembali. Lalu ia tersadar, ia membawa sebuah bungkusan oleh-oleh dari Jepang yan terletak di samping tempat duduknya. Mukin bungksan itu adalah pembatas untuk Jungshin dan gadis mungil ini.  Oleh-oleh dari jepang ini akan di berikan untuk pujahan hatinya sejak kecil dulu ya, Kim Seolhyun. Teman pertamanya saat ia masih di duduk di bangku sekolah dasar dan mukin teman satu-satunya saat itu.
Jungshin begitu pemalu saat ia masih kecil, bahkan banyak anak seusianya dulu sering meledeknya pria lemah. Dan Seolhyun sering membelanya dari olokan-olokan anak-anak nakal bahkan jonghyun yang notabenya kakaknya sendiri pun tidak pernah membelanya di hadapan anak-anak nakal yang mengolok-oloknya.
“JIN OPPA!” teriak gadis di sampingnya dan membuyarkan lamunan Jungshin tentang Seolhyun
“Aish” erang Jungshin “Nona, kau mengerti bahasa korea tidak si? Kenapa kau memgangguku lagi? Ha?”
“Memang aku berbuat apa?” tanya gadis itu sengit “Aku tidak berbuat apa-apa! dan aku tidak berbuat jahat denganmu, tuan”
“Kau ini seperti orang kampungan tahu!” cibir Jungshin “Tadi kau memperhatikanku, lalu sekarang kau sekarang berteriak seperti orang gila disampingku?”
“Apa? kau bilang aku kampungan?” gadis itu berdiri dari kursinya “Dengarnya tuan, kau ini yang kampungan! Aku tidak berbuat apa-apa dan siapa yang memperhatikanmu? Siapa yang berteriak-teriak seperti orang gila? Aku masih waras!”
“Gadis aneh!” desisi Jungshin. Lalu gadis itu pergi mengambil bungkusan yang di letakan di samping tempat duduknya.
“HEY NONA TUNGGU!” teriak Jungshin melihat gadis mungil itu pergi dari sampingnya. Dan gadis itu pun mengabaikan teriakan Jungshin dan terus berjalan dan menghilang di balik kerumuan orang-orang di terminal ini
“Sial!” umpat Jungshin kesal “Baru kali ini aku melihat gadis aneh dan menyebalkan seperti gadis itu. dia itu manusia apa hantu si?”
--

Selasa, 16 September 2014

i love you americano man (ff)


Autor: Shin Yuna 
Rating: PG-15
Genre: romance, AU
Length: one shoot

cast:
-        Lee Jungshin (CNBLUE)
-        Seo Yuna (AOA)
-        Jung Yonghwa (CNBLUE)
-        Kwon Mina (AOA)
-        Kim Chanmi (AOA)
-        Lee Jonghyun (CNBLUE)

Disclaimer:
Aku buat ff ini aslinya cuman membalaskan dendam dengan khyalanku/? aku iseng-iseng lagi berhayal di some famous coffee shop /? (namanya kusensor ya XP)Ini semua murni inspirasaku no kopas loh :( Semua tokoh milik Tuhan, FNC, CNBLUE, AOA, BOICE, ELVIS, dan tentu umma appa dan keluarga mereka /? Ff ini murni hanya imajinasi ya!

Note:
kalo ada kesamaan ide dan latar mianhae :( semua orang terkadang memiliki kesamaan tanpa hasil contek mencontek. Selamat menikmati.Kalau sedikit klasik ceritanya maklumi saja~ i’m just pemula /?
Happy reading~ semoga kalian suka hahaha /? Jangan lupa kritik dan sarannya. Hati2 banyak typo :*


-        Terkadang dengan suatu kebiasaan yang tak lazim dan perhatian yang kecil, membuat seseorang jatuh cinta dengan mudah bahkan untuk seseorang yang sama sekali tidak pernah kamu pikirkan sebelumnya akan mencintaimu dan membalas perasaanmu -


Author pov’s

            Di siang yang dingin di musim semi. Di sebuah coffee shop yang cukup ramai dengan pengunjung, Jungshin seorang namja jangkung hanya duduk di pojokan coffee shop sembari terus mengetuk-ngetukan kan jari telunjuknya di atas meja. Diliriknya jam tangan yang ia gunakan.
Sudah nyaris satu setengah jam ia duduk sendirian dan tidak memesan apa-pun untuk dirinya. Perasaanya sangat cemas hari ini. Entah lah, otaknya mulai berfikir bagaimana ia akan mengatakan sesuatu. Yang ada di pikiranya ia takut membuat orang tersebut menjadi marah dan tidak ingin bertemu denganya.
“Selalu saja kalau bikin janji sukanya ngaret!” gerutu Jungshin. Ia terus memperhatikan ponselnya kalau kalau mukin ada pesan masuk atau telfon.
“Sunbaenim!” seru seseorang dan membuat Jungshin cukup kaget. Ia pun menoleh kearah belakang tubuhnya. Terlihat seorang gadis berambut sebahu berwarna honey blonde berjalan menuju kearah Jungshin. Tubuhnya yang nampak seperti gitar spanyol sangat cantik dan indah itu pun hanya di tutupi dengan sebuah matel tebal Seketika Jungshin mulai salah tingkah. Wajahnya mulai merah padam seperti kepiting rebus. Lalu gadis itu melepaskan mantel tebalnya itu terlihat ia hanya mengunakan celana jeans pendek dan kaus oblong yang di padukan dengan sepatu kets.
“Hello sunbaenim!” sapa gadis itu saat ia sudah duduk di hadapan Jungshin “Apa aku terlambat sangat lama? ah, mianhae sunbae, aku baru saja pulang latihan dengan member AOA nih.”
“Anniya” ujar Jungshin spontan “Aku baru datang lima menit yang lalu kok, Yuna” Jungshin pun berusaha menyembunyikan berapa lama waktu yang ia buang untuk menunggu gadis ini.
“Mianhae sunbaenim.” ujar gadis itu “Nanti aku traktri sunbae deh. Minum kopi sepuasnya untuk sunbae sebagai tanda permintaan maafkan aku, karena membuat sunbaenim menungguku. mau minum kopi apa? Iced Americano? Iya?”
Jungshin pun mengeleng cepat “Tak perlu repot-repot Yuna, aku bisa bayar sendiri. Masa seorang bassist band se-terkenal CNBLUE harus merepokan hoobaenim-nya?”
Yuna pun tersenyum “Aish, aku tidak merasa di repotkan kok sunbae sungguh hanya sebagai tanda permintaan maaf saja.”
--
Jungshin’s pov
            Seketika jantungku ingin berhenti berdetak saja saat ini. Astaga aku sedang melihat soerang malaikat dari khayangan tersenyum denganku hari ini. Aku tidak sedang bermimpi kan? Jika aku bermimpi, aku tak ingin terbangun dari mimpi indah ini.
Aku pun terus memandangi Yuna yang ada di hadapanku. Memandangi betapa cantiknya gadis ini. Rambutnya yang sewarna madu, kedua matanya yang berwarna cokelat, dan kulitnya yang bersih. Aku benar – benar merasa dia bukan manusia tapi dia seperti seorang malaikat.
“Sunbaenim!” seru Yuna sembari melambaikan tanganya di depan wajahku. Sontak aku terkejut dan menjadi salah tingkah.
“Oh... oh... oh.. iya Yuna wae?” tanyaku gelgapan “Kau ingin minum apa? ayo pesan saja.”
“Lah, kenapa sunbae bertanya aku mau minum apa?” Yuna menaikan alisnya “aku bukan seorang coffee lovers sepertimu atau Yonghwa sunbaenim. Dasar americano man! ugh! Sebenarnya aku ingin Hot Chocholate tapi mukin ini terkesan seperti anak-anak ya?”
Seketika aku tersenyum. Ya, Yuna selalu menyebutku akhir-akhir ini dengan sebutan Americano man, karena aku beberapa waktu belakangan ini lebih sering meminum Iced Americano. Bahkan julukan Americano man yang Yuna berikan dengan Yonghwa hyung juga diberikan denganku saat ini.
“Jadi kau ingin minum apa Seo Yuna?” tanyaku lagi “Iced cappuchino blend?, caramel ? atau-“
“Ah, baik aku seketika ingin minum hot cappuchino” potong Yuna “Disuasana dingin seperti ini aku lebih suka minum yang hangat. Sunbaenim, apa masih mau memesan apa? Iced americano? Aku sarankan si lebih baik minum yang hangat saja dari pada kedinginan nanti kau terkena flu lagi.”
Ya gadis ini. Selalu saja... mengkhawatirkanku dan inilah... ini lah yang membuatku semakin lama semakin mencintai gadis ini. Kelembutanya... senyumanya... perhatianya... ah, Seo Yuna kau benar-benar seorang malaikat
Aku pun memanggil pelayan dan memesan minuman yang kami berdua inginkan. Seketika setelah aku memesan lalu pelayan itu kembali pergi meninggalkan kami berdua, aku dan Yuna saling bertatapan dalam kebisuan dan tiba-tiba Yuna pun mengeluarkan tab-nya dan sibuk dengan tabnya
Sial, kenapa jadi dia sibuk sendiri -_- menyebalkan yeoja dimana-mana memang menyebalkan err. Kalau aku tidak mencintai yeoja ini sudah aku tinggalkan dia sendirinya.
Dan pelayan pun datang sembari membawakan kopi pesanan kami. Kali ini aku memesan Hot Mochachino dan meninggalkan Iced Americano kesukaanku itu. ah, entahlah kenapa aku tidak sama sekali merasakan dingin ya? Seharusnya aku memesan Iced Americano saja tadi.
Setelah pesan datang, Yuna pun mulai sibuk dengan tabnya. Seketika aku merasa kesal juga lama-lama dengannya. Semacam aku tidak dianggap -_- hello handsome bassist and maknae yang di gilai di Korea Selatan sudah berada di hadapanmu Seo Yuna!
“Yuna-ya!” seruku
“Ah, nde sunbaenim?” sahut Yuna “Waeyeo? Sunbae mau pulang?”
“Jangan abaikan aku!” erangku. Seketika dengan kesal aku pun bangkit dari tempat dudukku dan menghampiri Yuna, dan dengan kesal aku mengambil tabnya dari pangkuan gadis ini.
--
Yuna’s pov
             Sial! kenapa tiba-tiba Jungshin sunbae mengambil tabku seperti ini? Argghh kenapa semakin hari tingkah Jungshin sunbaenim semakin aneh. Entah lah, aku makin bingung dengan sikapnya akhir-akhir ini.
Bukan aku besak kepala, tapi dia memperlakukanku sangat istimewa semakin hari. Padahal seharusnya dia bisa memperlakukan Mina seperti ini namun kenapa harus aku? Bukan kah dia dan Mina sangat dekat?
Dan hari ini? Angin apa manusia ini mengajakku minum kopi bersama? Kenapa dia tidak mengajak Mina atau mukin teman satu grupnya?
“Sunbaenim...” ujarku kaget “Jangan ambil tabku!”
“Seo yuna.” sahut jungshin sunbae “Jangan abaikan aku!”
Aku terdiam. Dan saat ini jarak antara kami berdua tinggal beberapa jengkal lagi. Seketika jantungku berdetak cukup cepat. Eottoke.... jangan Yuna... jangan besar kepala. Ingat dia hanya sunbaenimmu jangan berharap lebih.
Dan Jungshin sunbae pun menjauh dariku. Kini ia kembali duduk di hadapanku. Lalu, sekarang giliran dia asik bermain dengan tabku. Ugh padahal tab itu hiburanku! Sunbae ini senang sekali menganggu waktuku bersama tab kesayanganku.
“Yuna.” ujar Jungshin sunbae. Lalu ia mengembalikan tabku. Terlihat ia membuat suatu tulisan. Tunggu aku tidak salah baca kan? Apa maksudnya ia menulis 1... 2... 3... 4? Seperti anak sekolah dasar yang sedang belajar berhitung saja!
“Apa maksud sunbaenim?” tanyaku nampak bingung. Aish Yuna berhentilah bersikap seprti orang linglung Yuna! Bagaimana Chanmi dia memanggilmu dengan sebutan orang linglung? Aish Seo Yuna...
Dan Jungshin sunbaenim pun kembali mengambil tabku. Lalu ia kembali menulis di aplikasi menggambar yang ada di tabku.
“Seo Yuna...” ujar Jungshin sunbae
Dan aku pun tersedak. Apa? he’s want to kiss me every minute, ever hour everyday? Heol! Aku bukan yeoja... yang sembarang kau tahu Lee Jungshin? Err akan ku adukan dengan manager eonnie!
“Sunbaenim!” erangku “Apa maksudnya ini?”
Seketika Jungshin sunbae pun kembali menghampiriku. Kini ia berlutut di hadapanku. Astaga.. seketika jatungku berdetak tak karuna.“Jangan panggil aku sunbaenim!” perintahnya “Aku nggak suka!”
Dasar manusia aneh! Masa aku harus memanggil namanya! Mau dipandang apa aku ini? Hoobaenim kurang ajar?
“Kenapa?” aku menatapnya tajam “Masa iya aku harus memanggil namamu? Seperti itu kau maunya? Lalu aku harus-“
Chu~
Seketika sebuah ciuman mendarat mulus di pipi kananku. Aish, ya tuhan... baru kali ini ada seorang namja yang berani mencium pipiku secara tiba-tiba begini. Mana ini tempat ramai lagi? Bagimana kalau ada paparazzi yang melihat? Tamatlah aku!
“Kau” ujarku “Kenapa sunbae... kenapa...”
Seketika Jungshin sunbae pun memelukku dengan erat. Terasa desah nafasnya di tengkuk leherku. Seketika aku benar-benar lemas. Ya tuhan... apa yang harus aku perbuat? Pasti... pasti Mina akan marah denganku... aish, mianhae... mianhae.. Mina.
“Seo Yuna... saranghae.... saranghae...” bisik Jungshin sunbae tepat di telingaku.
Astaga rasanya aku ingin berteriak saat ini juga. Aku nggak salah dengar kan? Ya memang aku mencintainya dan aku pikir ini gila dimana aku notabenya hanya seorang hoobaenimnya malah mencintai sunbaenim sendiri oke aku sudah tidak waras memang! Dan yang lebih gilanya lagi, aku sudah merebut Jungshin dari Mina eottoke.
“Lee Jungshin...” ujarku
Dan jungshin sunbaenim pun melepaskan pelukanya denganku. Lalu ia mengegam tanganku dengan erat. Dia tidak perduli dengan suasana coffeeshop hari ini. Mau ramai atau sepi dia seperti sudah kebal dengan blitz kamera dari paparazzi atau penggemarnya. Dasar aneh!
--
Author’s pov
            “Mianhae Yuna.” ujar Jungshin “aku tahu ini... ini terkesan tidak masuk diakal denganmu. Tapi ini lah kenyataannya Yuna... aku mencintaimu... sangat amat-.”
“Oppa.” ujar Yuna spontan
“Ne, Yuna?” Jungshin pun menatap Yuna dengan lembut. Ia terus mengengam kedua tangan Yuna. Rambut hitam milik Jungshin pun seketika terliat lebih lepek dari biasanya. Yuna hanya mengigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya. Mereka saling bertatapan dalam kebisuan sangat lama.
“I love you too..” jawab Yuna
Mendengar kalimat yang di ucapkan yuna tadi, jungshin merasa ia seperti sedang bermimpi. Dan senyum kini mengembang dari bibir Jungshin ekspersi kebahagiaan terpancar dari wajahnya.
“Seo Yuna..” ujar Jungshin
“Nde oppa?”
Dan jungshin pun merenguh wajah Yuna dengan kedua tanganya. Kini wajah mereka semakin dekat tinggal sejengkal lagi. Desah nafas yuna terasa sekali di wajah Jungshin begitu juga sebaliknya
“I’ll love you till the end of time.” ujar Jungshin. Dan dengan spontan Jungshin mencium hidung Yuna. Seketika wajah Yuna makin terlihat merah padam.
“I love you more and more Lee Jungshin! I dont know why i love you! Now give me what the reason why i love you, Lee Jungshin.” Balas Yuna. Dan senyum pun terukir manis dari bibir merah Yuna.
“I know it, Yuna” jawab Jungshin. “Jawabnya hanya didirimu Yuna”
 Seketika mereka pun saling berpandangan satu sama lain. Dan sebuah kecupan mendarat di hidung Yuna. Seketika wajah yuna pun kembali merah padam
“Yah oppa!” erang Yuna
Dan jungshin pun tersenyum meledek dengan Yuna “Wajahmu sangat merah seperti kepiting rebus Seo Yuna.”
Dan Yuna pun menjauhkan dirinya dari Jungshin. Jungshin pun kembali ketempat duduknya, ia pun memandangi wajah Yuna cukup lama. Yuna hanya membuang pandangnya dari Jungshin sembari mengigit bibir bawahnya.
--
Jungshin’s pov
            Aku merasa aku sedang bermimpi saat ini. She’s have feel same with me? Ah benar juga si kata Yonghwa hyung cobalah berusaha jujur daripada terlambat. Seketika otakku mulai berfikir. Rasanya...aku ingin mencium bibirnya saat ini namun...
“Sunbaenim?” panggil Yuna tiba-tiba dan membuyarkan lamunanku
“Oppa” ralatku “Waeyeo Yuna?”
“Anniya” Yuna menggeleng
Aku pun melirik jam tanganku. Jam sembilan. Baiklah, saatnya pulang. Aku harus cepat-cepat pulang ke dorm daripada kena omel lagi -_-
“Ayo kita pulang!” perintahku “Habiskan kopimu, Yuna.”
Seketika Yuna pun mengambil cangkir kopi miliknya lalu ia meminum kopi miliknya dengan cepat lalu ia tersenyum denganku.
“Sudah! Ayo kita pulang” lalu Yuna bangkit dari tempat duduknya sembari membawa tas jinjing dan tabnya.
“Baiklah” ujarku. “Ayo kita pulang tapi, sebelum kita pulang kau harus menemaniku kesuatu tempat arraso?” aku pun mengengam tangan Yuna dengan erat lalu kami meninggalkan CoffeShop dengan bahagia. Lalu aku pun mengajak Yuna berjalan menelurus pertokoan yang nampak mulai sepi. Ya sekarang memang belum larut si, tapi sudah sepi saja
Lalu kami berdua berhenti di sebuah taman bermain. Ah, aku salah membawa Yuna ketempat ini. Seketika Yuna pun melepaskan genggaman tanganya. Lalu ia berlari kearah ayunan ditaman ini.
“Taman ini sudah sepi ya? Ah, aku merindukan saat-saat aku bebas bisa bermain.”
Aku pun mengambil posis duduk di ayunan kosong yang berada di samping Yuna. Lalu Yuna pun mulai bermain dengan ayunanya. Terlihat sekali rona bahagia dari wajahnya. Dan, memang benar terkadang kebiasaan yang tak lazim seseorang membuatnya nampak semakin menarik.
“Kau seperti anak kecil” ledekku. Lalu Yuna pun menghentikan permainanya. Dan kin ia menatapku tajam
“Kalau aku seperti anak kecil, kenapa kau tadi mengatakan aku mencintaimu Seo Yuna.” cibir Yuna “Dasar manusia aneh.”
“Aku aneh?”
“Ya!” tuas Yuna “Kau itu aneh! Kenapa kau mengatakan kau mencintaiku padahal kita saja tidak terlalu dekat, kenapa bukan Mina kenapa?-“
“Kau cemburu dengan Mina?” potongku “Ah, kau ini”
“Tidak” jawab Yuna cepat “Siapa yang cemburu?”
“Mina dekat dengaku.” aku pun bangkit dari tempat dudukku “Karena dia minta di ajari bagimana cara bermain bass yang hebat, dan asal kau tahu.. diam-diam Mina sedang mencari informasi tentang Jonghyun hyung.”
Eoh bodoh kenapa aku mengatakan masalah Mina dan Jonghyun hyung? Habislah aku dengan Mina besok ya tuhan ampuni aku.
“Jonghyun sunbaenim?” tanya yuna bingung “Memangnya kenapa? Apa Mina naksir sama dia? Wow.”
“Entahlah.” aku mengakat bahuku “Mukin.”
Lalu aku pun berlutut di hadapan Yuna saat ini sembari mengenggam tanganya dengan erat dan aku pun menatap kedua mata cokelatnya yang indah itu sangat lama.
“Jadi, kau tidak akan berfikiran aneh-aneh lagikan?” tanyaku “Aku hanya mencintaimu Seo Yuna sungguh.”
“Tapi-“
“walau kita tidak terlalu sering bertemu.” potongku “Walau kau tidak terlalu dekat denganku seperti Mina tapi ini lah, terkadang sesuatu yang tak disangka bisa datang begitu saja.”
“Aku pikir.” tambah Yuna “Kau dan Mina sedang kencan sunb-“
“Panggil aku oppa sekarang.” perintahku “Kau harus memanggilku oppa Seo Yuna arraso?”
Yuna pun tersenyum “Sepertinya akan menjadi sebuah kebiasaan yang sulit.”
“Kau harus berusaha” tuasku “Arraso?”
“Ne oppa aku akan-“
Dan secepat kilat aku mengecup bibir Yuna untuk menghentikan pembembicaraanya. Oh astaga pabo-_- apa yang aku perbuat.
“Mianhae.” ujarku tiba-tiba. Dan Yuna terlihat kaget. Seketika ia menatapku dengan tajam dan sedetik kemudian ia tersenyum.
“Kau ini membuatku kaget saja.” ujar Yuna dan Yuna pun mendekatkan wajahnya denganku sedetik kemudian. Ia pun membalas ciumanku cukup lama. aish, aku benar-benar kehabisan nafas rasanya. Dan ia pun melepaskan ciumanya dan terseyum puas denganku
“Seo Yuna.” ujarku
“Kita impas.” ujar Yuna gembira
Lalu aku pun memeluk Yuna dengan erat “Aku mencintaimu, Seo yuna.”
“Nado.... i love you too.. Americano man.” balas Yuna
“Jadi?” tanyaku “Americano man-mu siapa aku atau-“
“Yah!” gerutu Yuna “Tentu saja kau Lee Jungshin. I love you Americano Man!”

--