Laman

Selasa, 28 Oktober 2014

Fake Married? [Prolog] (ff)


Autor: Yunye 
Rating: PG-17
Genre: romance, AU,  comedy
Length: chapter

Main cast:
-        Lee Jungshin (CNBLUE)
-        Kwon Mina (AOA)
-        Choi Jonghoon (FTISLAND)
-        Kim Seolhyun (AOA)
Other Cast:
-        Kwon Kwangjin (N.FLYING)
-        Lee Jonghyun (CNBLUE)
-        Jung Yonghwa (CNBLUE)
-        Lee Jaejin (FTISLAND)
-        Shin Hyejeong (AOA)
-        Seo Yuna (AOA)
-        Park Choa (AOA)

-        Kang Minhyuk (CNBLUE)

       Disclaimer:  sebenernya terinspirasi sama pasangan koplak di tempation drama /? siapa lagi kalo bukan Na Hong-gyu sama Yoo Sejin '-'. dan beberapa drama yang nggak bisa di sebutkan sangki banyaknya inspirasinya '-'/ sisanya si hanya khyalan-khayalan saya aja si huahaha Xp

Note: akhirnya yunye balik lagi /? ciee /?  habis ada some email bilang kapan aku nulis ff lagi? ini buat pembaca blog setiaku yang suka hiburan taraa /?  huahaha :3 tenang kok sekarang ffnya nggak akan bikin kalian mewek-mewek kaya baca can't forget the first /? ff kali ini sedikit santai '-' gimana ceritanya silakan kalian simak oke :3

Mina pun sampai di bandara Incheon, perjalan liburannya dari Jepang selama sebulan sudah berakhir. Setelah menghabiskan waktu bersama harabeoji dan halemoninya di Jepang. Mina pun sempat marah dengan appanya karena dia sama sekali tidak mau pulang dari Jepang sebenarnya.
Suasana terminal kedatangan internasional begitu pada merayap hari ini, di tambah lagi, susana dalam rangka libur natal dan tahun baru masih begitu terlihat. Sembari tubuh munggilnya terbalut sweeter tebal bermotif Hello Kitty yang di padukan dengan celana jeans berwarna biru gelap juga sepatu boots berwarna merah dan ia pun asik memainkan ponselnya sembari tangan kananya menyeret koper besar yang ia bawa sendirian dan tangan kirinya sibuk memaikan poselnya di kanan kirinya pun tergantung sebuah kantung belanjaan yang ia bawa dari jepang untuk oppa, appa dan eommanya di rumah junga beberpa teman dekat Mina.
“Aish! Kwangjin oppa eodiya?!” gerutunya sembari memandangin ponselnya “Ayolah, angakat telfonku!”
Dari sisi yang berbeda, Jungshin pun tiba di bandara dengan santai dan nampak ogah-ogahan. Setelah sekian lama ia pergi diasingkan oleh appanya sendiri kini appanya pun memohon padanya untuk kembali ke korea dari tempat pengasingnya di Jepang bersama pamannya .
Lalu Jungshin pun terduduk di sebuah kursi sembari asik memasang sebuah earphone di kedua telingnya. Ia pun nampa asik sendiri dengan dunianya. Sejujurnya, ia sangat merindukan bermain band bersama teman-teman masa kecilnya Jung Yonghwa, Kang Minhyuk dan kakak laki-lakinya Lee Jonghyun yang begitu appanya banggakan dan cintai bahkan appanya lebih mencintai Jonghyun ketimbang dirinya segala hal yang appanya berikan sangat  untuk Jonghyun berbanding jauh dengan apa yang ia dapatkan dari appanya.
Bahkan, karena ia menolak menuruti perintah appanya yang menyuruhnya berhenti bermain band ia pun mendapat hukuman diasingkan setelah lulus SMA. Ini sungguh tak adil untuk Jungshin. Terkadang jungshin sering menaruh iri dengan hyung-nya itu bahkan terkadang ia menaru dendam dan sedikit benci dengan hyung-nya itu, namun eommanya sering mengatakan biar bagaimana pun Jonghyun adalah kakak laki-lakinya ia tidak boleh membenci Jonghyun.
Mina pun nampak kesal menunggu jemputan dari oppa-nya sesekali ia mengerang mendesah kuat bahakan ia mengacak-ngacak rambutnya kesal karena sudah puluhan kali ia menelfon oppanya itu namun tidak ada satu pun panggilan yang di jawabnya
“Aish, Jin oppa begitu menyebalkan! Awas lihat saja nanti akan aku adukan dengan appa setelah pulang nanti” desisi Mina “Kenapa ratusan Kakoktalk, sms dan telfonku tidak sama sekali kau jawab oppa! kebiasaanmu kenapa tidak  pernah hilang”
Lalu pun Mina duduk disamping seorang pria berambut hitam berantakan, tubuh pria itu tinggi layaknya seorang foto model, bahkan lebih tinggi dari oppanya. Kulit pria ini terlihat agak kecoklatan dan tubuhnya hanya di balut dengan jaket berwarna putih dan dipaduhkan dengan celana jeans berwarna abu-abu juga sepatu kanvas berwarna senada dengan celana jeans pria itu. pria itu tidak menyadari keberadaan Mina. Ia begitu asik dengan ponselnya.
Mina pun menghela nafas panjang sembari melirik kearah pria yang ada disampingnya sedikit, pria ini nampak seperti bradalan atau jangan-jangan dia seorang gangester? Ia nampak misterius dan berantakan. Bahkan, Mina pun tidak bisa melihat wajahnya karena wajah pria ini di tutupi masker dan sebuah kacamata hitam yang bermerek dan kelihatan sangat mahal.
Jungshin pun merasa seperti sedang di perhatikan dengan seseorangh di sampingnya, ia sedikit merasa risih melihat seorang gadis mungil berambut cokelat muda dan tergerai panjang.
“Ada apa nona?” tanya jungshin kesal karena ulah gadis ini “Kenapa kau memperhatikanku dari tadi?”
Lalu gadis ini nampak salah tingkah dan buru-buru memainkan poselnya “Maaf “
“Jangan mengangguku!” perintah Jungshin “Urus saja urusanmu sendiri dasar gadis aneh!”
Dan Jungshin pun kembali asik memainkan ponselnya kembali. Lalu ia tersadar, ia membawa sebuah bungkusan oleh-oleh dari Jepang yan terletak di samping tempat duduknya. Mukin bungksan itu adalah pembatas untuk Jungshin dan gadis mungil ini.  Oleh-oleh dari jepang ini akan di berikan untuk pujahan hatinya sejak kecil dulu ya, Kim Seolhyun. Teman pertamanya saat ia masih di duduk di bangku sekolah dasar dan mukin teman satu-satunya saat itu.
Jungshin begitu pemalu saat ia masih kecil, bahkan banyak anak seusianya dulu sering meledeknya pria lemah. Dan Seolhyun sering membelanya dari olokan-olokan anak-anak nakal bahkan jonghyun yang notabenya kakaknya sendiri pun tidak pernah membelanya di hadapan anak-anak nakal yang mengolok-oloknya.
“JIN OPPA!” teriak gadis di sampingnya dan membuyarkan lamunan Jungshin tentang Seolhyun
“Aish” erang Jungshin “Nona, kau mengerti bahasa korea tidak si? Kenapa kau memgangguku lagi? Ha?”
“Memang aku berbuat apa?” tanya gadis itu sengit “Aku tidak berbuat apa-apa! dan aku tidak berbuat jahat denganmu, tuan”
“Kau ini seperti orang kampungan tahu!” cibir Jungshin “Tadi kau memperhatikanku, lalu sekarang kau sekarang berteriak seperti orang gila disampingku?”
“Apa? kau bilang aku kampungan?” gadis itu berdiri dari kursinya “Dengarnya tuan, kau ini yang kampungan! Aku tidak berbuat apa-apa dan siapa yang memperhatikanmu? Siapa yang berteriak-teriak seperti orang gila? Aku masih waras!”
“Gadis aneh!” desisi Jungshin. Lalu gadis itu pergi mengambil bungkusan yang di letakan di samping tempat duduknya.
“HEY NONA TUNGGU!” teriak Jungshin melihat gadis mungil itu pergi dari sampingnya. Dan gadis itu pun mengabaikan teriakan Jungshin dan terus berjalan dan menghilang di balik kerumuan orang-orang di terminal ini
“Sial!” umpat Jungshin kesal “Baru kali ini aku melihat gadis aneh dan menyebalkan seperti gadis itu. dia itu manusia apa hantu si?”
--

2 komentar: